Pakansari Menjadi Saksi, Kemenangan yang harus diperjuangkan hingga akhir

Persib Bandung tak pulang dengan tangan hampa dari Stadion Pakansari. Ketika kemenangan seolah menjauh, Adam Alis datang pada menit-menit terakhir untuk memastikan Maung Bandung menaklukkan Garudayaksa FC dengan skor 2-1. Tiga poin yang lahir dari kesabaran, tekanan, dan keberanian untuk terus mencoba.

Persib memasuki pekan ketujuh dengan satu pekerjaan yang belum selesai: kembali ke jalur kemenangan. Kekalahan 0-1 dari Madura United pada pertandingan sebelumnya membuat Maung Bandung kehilangan momentum dalam persaingan di papan atas.

Di Pakansari, tim asuhan Igor Tolic menghadapi Garudayaksa FC dengan tuntutan yang jelas. Bukan sekadar bermain baik, melainkan membawa pulang tiga poin. Bagi Persib, pertandingan ini menjadi kesempatan untuk menjawab keraguan sekaligus menjaga jarak dari persaingan yang semakin ketat.

Persib tak membutuhkan waktu terlalu lama untuk menunjukkan ancamannya. Pada menit ke-16, Mariano Peralta berhasil memecah kebuntuan dan membawa tim tamu unggul 1-0.

Gol tersebut menjadi modal penting bagi Persib untuk mengendalikan jalannya pertandingan. Namun, keunggulan tipis tak pernah benar-benar menjamin ketenangan, terlebih ketika lawan masih memiliki cukup waktu untuk mengubah keadaan. Garudayaksa bertahan, mencari celah, dan menunggu kesempatan. Sementara itu, Persib berusaha menjaga keunggulan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, Garudayaksa menunjukkan bahwa pertandingan belum selesai. Tuan rumah meningkatkan tekanan dan berusaha mengubah arah permainan. Upaya itu akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-65. Jayro Jean mencetak gol penyama kedudukan, mengubah skor menjadi 1-1 sekaligus menghidupkan kembali persaingan.

Bagi Persib, gol tersebut menjadi pengingat bahwa keunggulan di babak pertama tidak cukup untuk mengamankan kemenangan. Segalanya harus diperjuangkan kembali, dari awal.

Pertandingan memasuki fase krusial ketika Aleksandar Busnic menerima kartu merah pada menit ke-85. Garudayaksa harus melanjutkan laga dengan sepuluh pemain. Situasi itu mengubah tantangan bagi kedua kesebelasan. Persib memiliki keunggulan jumlah pemain, tetapi waktu terus berjalan dan skor masih imbang.

Maung Bandung kemudian meningkatkan tekanan. Pergantian pemain dilakukan untuk menambah daya gedor, sementara Garudayaksa berusaha mempertahankan hasil di tengah situasi yang semakin sulit. Pada titik ini, kesabaran menjadi sama pentingnya dengan keberanian menyerang.

Menit ke-90+2. Ketika pertandingan mendekati peluit akhir, Persib akhirnya menemukan celah yang dicari. Berawal dari umpan Beckham Putra, Adam Alis menyelesaikan peluang melalui tembakan dari lini kedua. Bola meluncur ke gawang Garudayaksa dan mengubah kedudukan menjadi 2-1 untuk Persib.

Gol itu bukan sekadar penentu kemenangan. Ia menjadi jawaban atas tekanan sepanjang pertandingan, ketika satu kesalahan atau satu peluang yang terbuang bisa mengubah segalanya. Persib tak berhenti mencari gol hingga waktu hampir habis. Dan pada akhirnya, usaha itu terbayar.

Peluit akhir memastikan Persib menang 2-1 atas Garudayaksa FC. Mariano Peralta membuka jalan, Jayro Jean sempat memaksakan kedudukan imbang, dan Adam Alis menjadi nama yang menentukan hasil pertandingan.

Kemenangan di Pakansari membawa Persib mengoleksi 13 poin dari tujuh pertandingan, dengan catatan empat kemenangan, satu hasil imbang, dan dua kekalahan. Maung Bandung pun naik ke peringkat kelima klasemen sementara. Perjalanan kompetisi masih panjang. Namun, di Bogor, Persib mendapatkan sesuatu yang lebih dari tiga poin: bukti bahwa pertandingan belum selesai selama masih ada waktu untuk berjuang.

Wilujeng SIB! cing sarehat…